Oleh: feliciapukiat | Desember 22, 2009

Namanya Ibu Cathy…

Aku bertemu dengannya di Gereja Kathedral Jakarta hari Minggu 20 Desember 20009..

hari itu aku ikut misa jam 7.30….setelah itu seperti biasa aku berdoa di depan patung Hati Kudus Yesus dan di Goa Maria

pada saat aku berdoa, sejenak kubuka mataku..dan pandangan mataku tertuju pada seorang perempuan tua yang sudah berambut putih dan lagi asyik berdoa rosario namun dengan khusyuk….di sebelah kanannya ada tas selempang yang masih baik untuk digunakan tapi tidak mewah, lalu ada 1 kantong plastik dan tas kecil yang terbuat dari kain batik. bajunya rapih..menggunakan kemeja putih dilapisi jaket hitam dan rok hitam…

tiba-tiba ibu itu berpindah tempat ke bangku di sebelah sana…kuperhatikan saja gerak-geriknya..ingin sekali membantu dgn memberi sedikit rejeki yang aku punya, tapi aku takut dia tersinggung..maka kuperhatikan saja dulu ibu itu..

sampai ada satu orang bapak yang memberikan ibu itu mungkin uang, lalu kudekati bapak itu dan bertanya…

“pak,ibu itu sering misa di sini ya…?”

“iya.” katanya..

“kalo saya mau kasih sedikit rejeki, kira-kira ibu itu tersinggung ga ya,pak..?”

“oh..ga papa kok…banyak yang kasih dia uang..”

“ohh…gitu..baiklah…terima kasih ya,pak..”

“iya…” jawabnya..

kudekati ibu itu yang sedang melanjutkan doanya..

bodohnya aku, krn terpaksa mengajak dia mengobrol…akhh…tp senangnya bisa mengobrol dengan ibu itu…

Namanya Ibu Cathy…papanya seorang tentara Belanda, mamanya seorang keturunan Chinese..dia seorang anak tunggal, suaminya orang Ambon…dan dia sendiri lahir di Suriname-Amerika Tengah (kalo ga salah..) , yang katanya di sana bahasa sehari-harinya adalah bahasa Jawa… dan usianya 86 tahun..

papanya menikah lagi dengan seorang perempuan di Indonesia dan mempunyai 8 orang anak dari pernikahan keduanya….yang otomatis Ibu cathy mempunyai 8 saudara tiri..

mereka tumbuh hidup bersama dengan segala sifat yag berbeda antar pribadi..ada yang baik ada yang tidak baik..sampai hari ini..

Ibu Cathy tidak mempunyai tempat tinggal tetap, tinggalnya berpindah-pindah..kadang di Djuanda, atau di lapangan Bulu tangkis Senayan…untuk tetap bisa hidup Ibu Cathy menjual kacang goreng yang dititipkan di kantin-kantin daerah Senayan..lalu menjadi tukang urut untuk para atlet yang baru saja pulang berlomba atau para atlet yang kecapekan…banyak juga dari para atlet yang mohon doa dari Ibu Cathy..

hmm…pertanyaannya..kemana anak-anak Ibu Cathy..?? Ibu Cathy memiliki 4 orang putra..

yang pertama ada di saudi Arabia, ada yang di Cirebon, Cinere, dan Surabaya…tapi yang masih perhatian justru yang jauh di Saudi Arabia..masih kirim surat atau datang kadang-kadang memberi rejeki…yang di tempat lain tidak lagi…

ditambah warisan rumah dari papanya yang ada di Jalan Djuanda..mau dijual oleh saudara tirinya..yang sudah pasti Ibu Cathy ga mendapat bagian apa-apa…

meskipun begitu, setiap hari Minggu Ibu Cathy dari jam 5 pagi sudah jalan ke gereja Kathedral dari Senayan, tempat tinggal yang Ibu Cathy tumpangi. harus pagi sebelum jam 5 karena setelah itu jalanan di Jenderal Sudirman tidak boleh lagi dilalui boeh mobil…itu berlaku kalo hari minggu..

Setiap Minggu, Ibu Cathy selalu mengikuti misa 2x…yang jam 06.00 dan 7.30 setelah itu berliau berdoa di Goa Maria..

sekarang di dalam hidupnya, beliau pernah melihat langit yang terbuka, dan di sana beliau melihat Moses (Musa) dan Bunda Maria, juga pernah melihat bayi Yesus….padahal selama ini Ibu Cathy selalu melihat yesus yang telanjang kemudian disalib dan kepala Yesus yang dipasang kawat berduri….

” sedih sekali saya melihat Yesus dipasang kawat berduri…dan melihat Yesus yang telanjang…kita saja malu telanjang, tapi Yesus ditelanjangi….” katanya sambil menunduk..

” sehari-hari saya berdoa rosario dan doa yang lain pake bahasa Belanda..kadang-kadang bahasa Inggris” kata Ibu Cathy.

“waahh…..Ibu hebat banget masih bisa bahasa Inggris dan Belanda…padahal umur uda cukup tapi masi ingat..”

“iya…dulu saya alumni sekolah Internat (Santa Ursula)…dulu saya juga guru untuk mengajar para atlet…”

itulah cerita yang saya dapatkan dari Ibu Cathy…

dan aku mendapatkan sesuatu…

- sederhana,rapih,tetap sopan dalam berpenampilan ke Gereja…meskipun bisa dikatakan Ibu Cathy kekurangan..

- tidak pernah kesepian katanya…karena beliau punya Tuhan..

- lupa kuceritakan di atas….

Ibu Cathy tetap setia dengan suaminya meskipun suaminya telah meninggal karena penyakit liver…padahal aa satu orang bapak tua yang berumur 92 tahun yang suka dengannya…hahahaha…..lucu ya….sudah tua tapi masih kayak anak muda…tapi salut kata beliau saya akan tetap setia dengan suami saya…karena kami sudah sumpah di altar gereja..meskipun Gereja Katolik mengijinkan menikah lagi jika suami/istri meninggal dunia…”tapi saya sudah tanya pastor…sumpah perkawinan setia sampai mati…ya berarti sampai saya mati hati saya tetap untuk suami saya….”

waahhh….hebat sekali…di tengah kesulitan hidupnya dan gaya zaman sekarang yang mayoritas instan…tapi masi ada orang yang menghargai sumpah dan janjinya….

SALUT….!!!

-  tidak mau bergantung pada anak dan keluargaya…berusaha menghidupi hidupnya dengan menjual kacang goreng, menjadi tukang urut…dll…   (mandiri)

- selalu ada harapan di saat sulit…

- sahabat dan kekuatannya adalah berdoa tanpa gambaran apapun, yg penting percaya

- selalu belajar…

- rendah hati

- hidup dijalaninya…dengan percaya selalu ada berkat untuknya…

aku ga bisa memberikan yang banyak untuk IBu Cathy, tapi semoga kisah Ibu Cathy ini bisa membawa yang baik untuk orang-orang yang membacanya…kurasa itu jauh lebih baik karena kekuatan dan semangat serta kerelaan juga pasrah dengan Tuhan yang Ibu Cathy lakukan boleh menjadi pembelajaran buat kita…

sehingga bukan materi yang bisa saya berikan ke ibu…tp kisah hidup ibu yang bisa menguatkan banyak orang..

amin..

God Bless US..

amin..

Jakarta, 22 Desember 2009

10.00AM


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.